Jalan Desa Karangkerta Hancur Akibat Proyek RIMP, Siswa Terjatuh, Wakil Rakyat Geram

Audiensi persoalan Jalan Rusak Akibat Proyek RIMP, Warga Karangkerta Murka: “Siswa Sampai Terjatuh”. (foto/mandanews.id.red)


Indramayu, Mandanews.id – Warga Desa Karangkerta, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu, dibuat geram.

Jalan desa yang menjadi akses utama, termasuk ke sekolah-sekolah dan kantor desa, rusak parah akibat lalu lintas kendaraan proyek modernisasi jaringan irigasi Rentang (Rentang Irrigation Moderniczation Project/RIMP).

Jalan ini bukan sekadar akses biasa, melainkan jalur vital yang menghubungkan SMA, SD, Madrasah, serta kantor desa.

Akibat kondisi yang semakin mengenaskan, warga mengeluh dan menuntut pertanggungjawaban pihak terkait.

Tak tinggal diam, Anggota DPRD Indramayu dari Fraksi PKB, Kiki Arindi, turun langsung dan menggelar audiensi bersama tokoh masyarakat, perwakilan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), serta kontraktor proyek pada Senin sore (24/3/2025) di Balai Desa Karangkerta.

Dalam pertemuan itu, Kiki Arindi dengan nada tegas menekan pihak BBWS dan kontraktor agar segera memperbaiki jalan yang rusak.

Ia menyoroti betapa masyarakat telah dirugikan akibat proyek ini.

“Ini bukan sekadar jalan rusak biasa. Ini akses utama warga, terutama anak-anak sekolah. Sudah berulang kali ada siswa yang jatuh akibat jalan ini. Sampai kapan dibiarkan,” tegas Kiki.

Lebih ironis lagi, dari hasil pengecekan langsung di lapangan, pihak BBWS dan konsultan proyek pun mengakui bahwa kerusakan jalan memang disebabkan oleh aktivitas proyek RIMP.

Namun, hingga audiensi berlangsung, tak ada langkah konkret untuk perbaikan permanen.

Sebagai wakil rakyat dari Dapil 3 Indramayu yang mencakup Kecamatan Tukdana, Kiki Arindi mengaku prihatin sekaligus kecewa.

“Ini proyek besar, tapi mengapa dampaknya pada masyarakat seperti ini. Seharusnya sebelum proyek berjalan, ada mitigasi agar jalan tidak rusak atau jika rusak, segera diperbaiki,” tukasnya.

Sehari setelah audiensi, pada Selasa (25/3/2025), pihak proyek akhirnya bergerak.

Namun, bukannya melakukan pengecoran sesuai tuntutan warga, mereka hanya melakukan tambal sulam dengan material batu uruk.

Menanggapi hal ini, Kiki menyatakan apresiasi kecil, tetapi tak bisa menyembunyikan rasa kecewanya.

“Ya, mereka memang bergerak, tapi ini solusi setengah hati. Masyarakat maunya jalan dicor, bukan sekadar ditambal batu yang nanti juga rusak lagi,” pungkasnya.

Jalan Desa Hancur akibat Proyek RIMP, Kuwu Karangkerta: Sebelum Ada Proyek, Jalan Mulus Beraspal

Sementara itu, Kuwu Desa Karangkerta, H. Kartana, mengungkapkan kekecewaannya terhadap proyek RIMP yang menyebabkan kerusakan jalan di wilayahnya.

Menurutnya, sebelum proyek tersebut berjalan, kondisi jalan di desa masih mulus dan beraspal.

“Jalan yang tadinya beraspal rusak karena lalu lalang kendaraan proyek RIMP,” ujar Kartana saat dikonfirmasi MandaNews.id, Rabu (26/03/2025).

Kerusakan jalan akibat proyek RIMP ternyata bukan kali pertama terjadi. Kartana mengungkapkan bahwa pada tahun sebelumnya, proyek yang sama juga meninggalkan kerusakan di Blok Dongol RT 04 RW 02.

Tanpa adanya tanggung jawab dari pihak proyek, pemerintah desa terpaksa turun tangan memperbaiki jalan menggunakan dana desa.

Setidaknya ada tiga titik jalan yang diperbaiki dengan betonisasi atau cor di blok tersebut, dengan total panjang mencapai 300 meter.

Meski sejatinya kerusakan ini disebabkan oleh proyek RIMP, pihak proyek tak kunjung mengambil tanggung jawab atas dampaknya.

Lebih parahnya, sejak tahun 2023, pemerintah desa telah mengirimkan proposal perbaikan jalan kepada pihak terkait.

Namun hingga kini, belum ada respons atau tindak lanjut dari pihak yang bertanggung jawab.

Kartana dengan tegas mendesak pihak proyek RIMP untuk segera memperbaiki jalan yang telah mereka rusak.

“Kami mendesak agar pihak yang bertanggung jawab segera turun tangan. Jangan sampai masyarakat yang terus dirugikan akibat proyek ini,” tegasnya. (Dwi/red)